Kamis, 05 Desember 2019

Penuhi Unsur Keberlanjutan, Ini Kriteria yang Berhasil Dipenuhi Rayon Viskosa Royal Golden Eagle

0 comments

Penuhi Unsur Keberlanjutan, Ini Kriteria yang Berhasil Dipenuhi Rayon Viskosa Royal Golden Eagle
Sumber: ibcsd.or.id

Kampanye sustainable fashion semakin nyaring terdengar. Seiring dengan meningkatnya kepedulian masyarakat akan kelestarian lingkungan, semakin banyak juga yang menyadari bahwa produksi sampah yang begitu tinggi tidak dapat dibiarkan terus berkelanjutan. Rayon viskosa diharapkan bisa menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi sampah pakaian yang mencapai 12 ton per detiknya. Untuk alasan itu jugalah, salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle, yakni Asia Pacific Rayon (APR) begitu giat untuk memenuhi kriteria sustainable fashion.

Sedikitnya ada 3 area utama yang menjadi perhatian Asia Pacific Rayon (APR) dalam mencapai tujuannya sebagai salah satu produsen rayon viskosa yang berkelanjutan. Ketiganya meliputi bahan mentah, proses produksi dan komunitas. Berikut pencapaian unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut jika dilihat dari kacamata sustainable fashion.

Rayon Viskosa, Bahan Tekstil yang Mudah Terurai


Satu masalah nyata yang muncul akibat sampah pakaian adalah pencemaran lingkungan. Sebagian besar pakaian yang tersedia di pasaran terbuat dari kain sintetis. Padahal, kain sintetis merupakan produk turunan dari plastik yang butuh waktu sangat lama untuk diurai secara alami.

Berbeda dengan kain sintetis, rayon viskosa merupakan produk tekstil yang terbuat dari serat kayu. Karena terbuat dari bahan alami, rayon viskosa ini relatif lebih mudah terurai. Proses untuk mengurainya juga tidak selama kain sintetis.

Selain itu, rayon viskosa buatan Asia Pacific Rayon (APR) juga aman digunakan oleh manusia. Saat dikenakan bahan ini terasa nyaman.

Proses Produksi yang Bertanggung Jawab

Asia Pacific Rayon (APR) merupakan produsen serat rayon viskosa yang telah terintegrasi penuh. Di Asia, unit bisnis Royal Golden Eagle ini adalah yang pertama dalam menerapkan sistem terintegrasi seperti ini.

Mulai dari pembibitan hingga mengubahnya menjadi rayon viskosa, semua proses produksi dijalankan secara terintegrasi. APR juga bekerja sama dengan unit bisnis RGE yang lain, yakni APRIL Group untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya.

Proses produksi yang bertanggung jawab dapat ditemukan dalam berbagai sektor. Misalnya saja dalam pemanfaatan bahan baku. APR hanya menggunakan bahan baku dari sumber-sumber yang jelas dan terbukti menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengelolaannya.

Selama proses produksi rayon viskosa, APR juga berfokus pada efisiensi. Unit bisnis Royal Golden Eagle yang satu ini menghindari praktek-praktek yang dapat mengeksploitasi alam secara berlebih. Hal senada juga berlaku dalam pengelolaan limbah produksi. Untuk memastikan bahwa limbah yang dihasilkan dapat dibuang dengan aman, APR mengelolanya sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Membantu Mengembangkan Ekonomi Masyarakat Sekitar

Di antara unit bisnis Royal Golden Eagle yang lain, Asia Pacific Rayon (APR) memang tergolong masih muda. Meski demikian, semangat untuk berkontribusi dan memberi dampak positif kepada masyarakat sekitar sudah terbentuk mengikuti filosofi 5C yang menjadi landasan grup bisnis RGE.

Sebagai buktinya, APR menjalin kerja sama dengan produsen pakaian batik lokal dan ikut terlibat dalam kegiatan pelatihan membatik untuk para pengrajinnya. Selain itu, APR juga mendorong para pengrajin untuk memanfaatkan rayon viskosa dan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan.

Asia Pacific Rayon (APR) juga sangat transparan terkait rantai produksinya. ‘Follow Our Fibre’ menjadi cara unit bisnis Royal Golden Eagle yang satu ini untuk membuktikan bahwa rantai produksinya benar-benar dijalankan dengan berpegang pada prinsip-prinsip berkelanjutan.

Melalui aplikasi ‘Follow Our Fibre’, pelanggan dapat melacak asal bahan baku dari produk yang mereka beli. Dengan demikian, publik bisa menilai sendiri apakah unit bisnis Royal Golden Eagle yang satu ini benar-benar menerapkan proses produksi yang bertanggung jawab atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar