Rabu, 24 Oktober 2018

5 Wisata Kuliner Malang yang Sudah Melegendaris

0 comments

Jika Malang itu Bandung, maka Batu adalah Lembang. Ya, anggapan tersebut bisa dikatakan jika dilihat dari potensi wisata yang dimiliki Kota Batu secara administratif ditetapkan pada 6 Maret 1993. Batu ditegaskan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang pada 17 Oktober 2001 lalu.

Kota ini memiliki potensi keindahan alam tersendiri. Jadi, tidak salah kalau banyak tempat wisata di Batu yang khusus didirikan untuk liburan bersama keluarga.

Sebut saja Batu Secret Zoo, Batu Night Spectacular, Jatim Park 1 & 2 serta masih banyak lokasi menarik lainnya. Dengan pemandangan alam bukit serta keragaman flora dan fauna, banyak tempat wisata alam yang kemudian bermunculan dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat lokal ataupun bekerja sama dengan pemerintah kota. 

Namun tak cuma wisata alamnya saja yang menarik untuk dikunjungi. Saat sedang berkunjung, ada baiknya kamu juga wisata kuliner khas di Batu Malang. Penasaran kan? Berikut 6 wisata kuliner Batu Malang yang khas siap bikin ketagihan yang dihimpun liputan6.com dari berbagai sumber Jumat (19/10/2018).

1. Pecel Kawi Hj. Musilah

Warung nasi yang beralamatkan di Jalan Kawi Atas No. 43, Kota Malang ini juga menyediakan beragam menu masakan lain. Sejak awal berdirinya Pecel Kawi pada tahun 1975, nasi pecel di sini sudah memiliki banyak idola. Hal ini tak lain karena rasa bumbu kacang yang menjadi siraman pada nasinya sangat kuat dan khas. Inilah yang membedakan Pecel Kawi dengan nasi pecel lain pada umumnya. Selain itu juga peyek yang gurih dan kriuk menambah kenikmatan kuliner legendaris ini.

Seringkali wisatawan asal luar kota singgah hanya untuk menikmati masakan di warung yang diwariskan secara turun-temurun ini. Menu masakan selain nasi pecel yang bisa kamu cicipi antara lain seperti nasi rawon, nasi campur, ayam bumbu rujak, berbagai jenis telur dan sate, gado-gado, dan hidangan ringan yang bisa dijadikan teman makan. Sedangkan untuk minuman, di sini disediakan minuman hangat dan dingin seperti teh, kopi, susu telur madu, jahe telur, dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan untuk setiap menu bervariasi dan cukup terjangkau. Untuk seporsi nasi pecel dibanderol dengan harga sekitar Rp 11 ribu saja.

2. Warung Sate Landak Bu Ria.

Pernah membayangkan makan hewan landak yang ada di hutan? Ternyata daging landak dijadikan kuliner khas lho di Batu, bahkan dibuat sate. Jangan bayangkan jika sate ini dipenuhi duri seperti landak. Kuliner Sate Landak Bu Ria ini menggunakan daging asli dari hewan landak. Bentuknya sudah dalam potongan kecil yang telah dibakar dengan kematangan merata. Teksturnya empuk dan memiliki rasa gurih yang bikin siapapun ketagihan. Kamu bisa cicipi kuliner ekstrem ini dengan datang ke Jalan Raya Bugis 47, Saptorenggo, Pakis, Malang.

Tempat makan yang sudah cukup lama berdiri ini tidak hanya menawarkan menu sate saja. Kamu bisa memesan tongseng, bahkan rica-rica dengan bahan dari landak. Selain landak, di sini juga terdapat menu yang bahannya dari biawak dan bulus (kura-kura berpunggung lunak). Sama-sama dijadikan sate, daging dari kedua hewan ini memiliki tekstur berbeda. Apalagi krengsengan dan supnya yang memiliki bumbu super spesial. 

Meski awalnya butuh keberanian tinggi, kamu pun bakalan ketagihan setelah mencicipinya. Apalagi ketika mengetahui manfaat yang terkandung dalam daging landak, biawak maupun bulus. Ternyata, daging hewan ini memiliki kandung protein yang tinggi. Konon, manfaat dari daging tersebut dapat menyembuhkan penyakit mulai dari asma hingga masalah kejantanan. Untuk harga seporsinya berkisar antara Rp 15.000-Rp 40.000.


3. Soto Geprak Mbah Djo.

Kuahnya yang berwarna perpaduan kuning dan hijau dengan rasa gurih ini membuat orang tidak bisa menahan air liurnya saat melihat. Salah satu kota yang dikenal akan rasa sotonya yang sangat enak dan gurih untuk disantap ini terdapat di kota Malang. Dan salah satunya adalah Soto Geprak Mbah Djo. Cocok untuk Anda yang sangat suka berwisata kuliner khususnya soto harus mencicipi salah satu kuliner Soto Geprak Mbah Djo yang legendaris di Kota Apel ini.

Kualitas rasa sotonya yang sangat enak,  gurih ditambah dengan jeruk nipis yang  sangat pas membuat para pecinta kuliner puas dengan rasanya. Kualitas yang sungguh fantastis  ini telah menggunakan resep rahasia sejak tahun 1935. Membuat rasa soto ini berbeda dengan rasa soto-soto lainnya. Resep Mbah Djo yang telah telah secara turun temurun diajarkan ke cucu cicitnya kini telah menjadi  menu kuliner andalan di kota Malang.

Proses pengolahan soto Goprak Mbah Djo ini dilakukan dengan cara menumbuk/menggeprak daging dengan halus agar serat daging terpisah dengan sendirinya tanpa harus ada dilakukan proses pemotongan serat. Nama geprak sendiri berasal dari teknik pengolahan daging sebelum dimasak. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini proses pembuatan soto ini juga telah menggunakan alat modern. Untuk proses tersebut dilakukan demi menjamin kebersihan, kesehatan. Dan juga efektivitas dengan menggunakan prinsip kerja tradisional untuk menjaga cita rasa yang sama.

Selain soto, rumah makan geprak Mbah Djo ini juga tersedia menu-menu lainnya yang tidak kalah enak untuk disantap seperti, Bakso, ayam goreng geprak, bebek goreng geprak, pecel deplok, nasi kepala bebek dan juga telah ditambahkan menu khas yang baru pada rumah makan ini yaitu Pentol Keju. Semuanya dibanderol dengan kisaran harga yang bisa dibilang sangat murah yaitu antara Rp 7000 - Rp 20.000 saja.

4. Putu Lanang Celaket.

Setelah berburu kuliner Batu Malang yang cukup mengenyangkan, tak ada salahnya mencoba camilan yang sudah buka sejak tahun 1935. Puthu Lanang Celaket adalah salah satu gerai makanan tertua di Malang yang didirikan oleh Ibu Soepijah. Kemudian, operasional bisnis ini diturunkan kepada anak laki-lakinya, Siswojo sejak 20 tahun lalu. Di bawah kepemimpinannya, gerai Puthu Lanang Celaket tetap menjadi penjaja kue putu yang terbaik dan paling populer di Malang. Dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang kerap memenuhi gerai ini, yang terletak di gang kecil di Jalan Jaksa Agung Suprapto setiap harinya. 

Tempat wisata kuliner satu ini buka setiap hari pada pukul 17.30. Sebaiknya kamu datang lebih awal karena para pelanggan setia sudah berdatangan. Selain kue putu, Anda juga bisa menemukan camilan manis tradisional lainnya, termasuk cenil dan lupis. Seporsi dihargai Rp10.000 dan pelanggan diberikan kebebasan untuk mengombinasikan ketiganya.

Aroma daun pandan dan kelapa menyeruak menggugah selera. Secara penampilan, kamu tidak akan menyangka kenikmatan rasanya yang tiada tara. Kue putunya terasa lembut melebur dengan gula jawa dan tepung beras. Walaupun cenilnya terasa kenyal parutan kelapa dan gula jawa membantu memberikan rasa yang lezat. Ukuran terbilang lebih kecil dibandingkan kue lupis pada umumnya, camilan versi gerai Puthu Lanang Celaket dikukus dengan sempurna.

5. Toko Oen.

Siapa yang tak tahu Toko Oen yang merupakan restoran es krim legendaris ini. Toko Oen pertama kali dibuka pada tahun 1922 oleh seorang pengusaha Tionghoa keturunan Belanda bernama Nyonya Liem Goe Nio. Tapi, cabang yang pertama justru dibuka di kota gudeg Jogja, baru merambah ke kota-kota lain seperti Jakarta, Semarang, dan di Malang. Sayangnya seiring dengan perjalanan waktu, cabang Toko Oen di Jakarta dan Jogja pun tutup. Konon hanya Toko Oen di Semarang yang masih asli dimiliki oleh keluarga keturunan Liem Goe Nio. Sementara Toko Oen di Malang pada tahun 1990 dijual ke pengusaha lain.

Mengunjungi Toko Oen Malang tetap menjadi satu kewajiban saat kamu lagi jalan-jalan ke Batu Malang. Begitu memasuki bangunan, suasana jadul khas kolonial mulai menyambutmu. Spanduk putih dengan tulisan merah berbahasa Belanda menyambut setiap pengunjung yang baru datang, ‘Selamat datang di Malang, Toko Oen yang sejak tahun 1930 telah memberikan kenyamanan bagi para tamu’. Empat kursi rotan pendek berwarna biru langit dan putih gading diatur mengelilingi meja-meja berbentuk bulat. Foto-foto kota Malang tempo dulu yang tampak menghiasi dinding ruangan semakin membawamu ke suasana masa lalu.

Sebagai sebuah restoran jadul, Toko Oen bisa dibilang menyajikan kuliner khas Belanda yang lengkap. Di sebuah counter berbentuk persegi panjang di depan pintu masuk terdapat berbagai jenis roti dan kue kering khas Belanda seperti speculaas, havermout, dan kaastengel. Toko Oen legendaris ini berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, Klojen, Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar